Infrastuktur KOTAKU Kelurahan Bandung Ujung Mulai Digarap

LUBUKLINGGAU

Databicata.net, Lubuklinggau – Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) adalah satu dari sejumlah upaya strategis Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk mempercepat penanganan permukiman kumuh di Indonesia dan mendukung “Gerakan 100-0-100,” yaitu 100 persen akses universal air minum, 0 persen permukiman kumuh, dan 100 persen akses sanitasi layak. 

Kali ini, Program Kotaku mulai berjalan di Kelurahan Bandung Ujung, Kecamatan Lubuklinggau Barat I, Kota Lubuklinggau, berdasarkan penunjukan tempat dalam SK Walikota Lubuklinggau yang ditunjuk sebagai daerah kumuh, yang diawali dengan sosialisasi pengenalan program Kotaku kepada masyarakat kelurahan setempat lalu dilanjutkan dengan kegiatan fisik dilapangan yang dikerjakan langsung oleh masyarakat, dan itu terdapat lima aspek yang menjadi fokus pembangunan yaitu jalan, Drainase, Persampahan, Air bersih dan Sanitasi. 

Sementara itu, Lurah Kelurahan Bandung Ujung, Helen Pedrik, menyampaikan bahwa Program kotaku tersebut sebagai bentuk kebijakan Pemerintah Pusat untuk mengaktifkan masyarakat. “Mereka berperan aktif dari perencanaan, pelaksanaan, pembiayaan, monitoring dan evaluasi, karena pada dasarnya masyarakat itu sendiri yang lebih tahu apa yang menjadi kebutuhannya”. ungkapnya. 

Dengan terealisinya kegiatan tersebut sesuai dengan harapan baik Pemerintah maupun Masyarakat, dirinya berharap agar pemerintah pusat terus memperhatikan serta dapat mengucurkan serta pembangunan pembangunan agar bebas dari perkampungan kumuh khususnya di Kelurahan Bandung Ujung. “Mudah-mudahan untuk kedepan program kotaku ini dapat bersenambungan di Kota Lubuklinggau khususnya di Kelurahan Bandung Ujung, karena selain untuk membantu meningkatkan infrastruktur Kota kegiatan ini juga dapat membantu masyarakat banyak”. harapnya. 

Diselah kesibukannya, Ketua Swadaya Masyarakat (KSM) Kelurahan Bandung Ujung, Azwar Anas, mengatakan semua kegiatan dilakukan oleh masyarakat melalui kelompok swadaya masyarakat yang dibentuk langsung oleh masyarakat di lokasi kegiatan.”Dengan menyerap tenaga kerja langsung dilokasi kegiatan sehingga konsep utama dari program Kotaku yaitu pemberdayaan masyarakat dapat tercapai”. ujarnya. 

Ia menambahkan, hadirnya program Kotaku, telah memberikan dampak positif dengan kemajuan yang signifikan dalam pengurangan area kumuh menurun secara drastis. “Ini berkat kerja sama antara masyarakat dan Pemerintah Daerah setempat dalam mengelola dana yang diberi untuk merubah daerah kumuh menjadi daerah yang bagus,” tutupnya. (Ebied s).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *