Setelah Terima Bantuan, Murid SDN Pangkalan Buka sejarah

MUSI RAWAS SUMATERA SELATAN

Databicara.net, Musi Rawas – Beberapa murid SDN Pangkalan, Kecamatan STL Ulu Terawas, Kabupaten Musi Rawas (Mura) merasa senang karena sekolah tempatnya menimba ilmu mendapat bantuan. Namun kesenangan tersebut tidak sepenuhnya, karena disisi lain dirinya juga merasa sedih.

“Senanglah kak dapat bantuan, jadi kami dak belajar dilantai lagi,” katanya saat dibincangi awak media, Senin, (30/01).

Disinggung mengenai mengapa merasa sedih, dirinya menjawab mengapa baru sekarang sekolah tersebut mendapatkan bantuan, padahal kondisi kerusakan diberbagai sarana belajar sudah lama terjadi.

“La lamo kak rusak ni, pas aku kelas limo, kursi samo bangku la goyang-goyang, plafon la mulai rusak,” keluhnya.

Lebih lanjut, salah satu murid berinisial M menceritakan mengapa dirinya dan teman-teman sekelas belajar di lantai teras, itu karena inisiatif guru, karena tidak ingin terjadi hal-hal yang tidak diinginkan jika belajar diruang kelas.

“Kami diajak guru belajar diluar bae, karena kondisi plafon dikelas kami la jelek jadi takut runtuh,” ceritanya.

Pantauan lapangan, dalam pemberian bantuan tersebut, bupati kabupaten Musi Rawas Hj. Ratna Machmud tidak hadir, dan hanya diwakili oleh Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda Musi Rawas.Pemberitaan sebelumnya, M. Isa, Kepala sekolah (Kepsek) SDN Pangkalan, Desa Sukaraya Baru, Kecamatan STL Ulu Terawas, Kabupaten Musi Rawas mengakui tidak mengenal Netty Herawati yang merupakan Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Dasar (Dikdas).

Hal ini secara langsung disampaikannya saat memenuhi panggilan Bupati Musi Rawas, Hj. Ratna Machmud, dan dalam pertemuan itu turut hadir Netty Herawati.

“Selamo ini aku dak perna ketemu dan tidak kenal dengan Kabid Dikdas Mura, di hadapan Bupati pun ku omong dan aku tahan bersumpa. Kareno selamo ini aku idak pernah betemu secaro langsung,” tegas Muhamad Isa dengan logat bahasa daerah saat dibincangi awak media diruang kerjanya, Sabtu, (28/01).

kepala SDN Pangkalan, M. ISA (Kiri)

Pemanggilan dirinya disebabkan viralnya pemberitaan dibeberapa media mengenai buruknya sarana dan prasarana SDN Pangkalan, sehingga menjadi buah bibir khalayak ramai.Lebih lanjut, dirinya mengaku salah karena pihak sekolahnya telah membuat Data Pokok Pendidikan (Dapodik) bagus semua, baik sarana maupun prasarana, sementara faktanya tidak sesuai dengan kondisi yang ada di sekolah.

Hal itu terjadi karena operator baru dan masih tahap belajar, jadi tidak mengerti untuk membuat laporan seperti itu.Dirinya juga mengaku senang dengan adanya pemberitaan yang terkait minimnya sarana dan prasarana belajar mengajar di SDN tempat dia berdinas, karena dengan adanya pemberitaan tersebut, sekolah ini cepat mendapatkan perhatian dari pemerintah, khusunya Kabupaten Musi Rawas.

Selain itu, M. Isa mengucapkan terima kasih kepada Polres Musi Rawas yang sudah memberikan bantuan sarana dan prasarana berupa perbaikan plafon, papan tulis, meja kursi 28 set dan memperbaiki toilet murid serta pengecatan dinding Kelas.

Informasi tambahan, M. Isa menjabat Kepsek SDN Pangkalan, Desa Sukaraya Baru, sejak tahun 2020 hingga saat ini. Selama dia memimpin di Sekolah tersebut pihaknya belum pernah mengajukan proposal dengan beralasan takut.”Kito ini wong kecik pak, jadi takut berurusan,” tutupnya. (Tim).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *